Wednesday, April 24, 2013

Penerimaan

Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati

Aku masih tetap sendiri

Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi

Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani

Kalau kamu mau kuterima kau kembali
Untukku sendiri tapi

Sedang dengan cermin aku enggan berbagi

Chairil Anwar, Maret 1943



Model: Khibil;Aldino

Friday, April 19, 2013

Food Experience #4: Legend Snack

I began my Monday lunch at an eatery in FISIPOL UGM. It's a spacious and pretty clean eatery around. There are more or less 40 sets of tables and 7 booths selling different kinds of food. Steamboat, rujak, meatball, noodles and many more. As I set my foot there, the friendly sellers offered me their food. Unlike restaurant, there are no decoration on the table.
As I walked around the eatery, trying to find something to eat, I got my eyes on a bunch of red sticks on the cashier table. It would be the nostalgia of my childhood. A legend snack, that always accompanied me in my recess were calling me. With no doubt, I bought 3 of them.
I took a seat near the cashier with my friends.
Still no differences since the last time I ate it. The package for instance, still did not change. As a size of regular remote control, a transparent plastic sealed by the melting plastic wraps the sticks. I carefully opened the sealed plastic, in case the spicy powder burnt my eyes.
The first stick came out from the pack. With no fear, I devoured it. A legend taste that I could never forget is the spicy of the flavor. The red powder brought my sweat came down from my head. I know, eating this snack is actually hurting. however, I could never stop chewing its hard texture. The stick itself was salty, but from  the help of the red powder, the flavor are mixed up well and turned to be a legend snack.

Wednesday, April 17, 2013

Paras

Paras yang tak asing bagiku,
menatapku malu.
Melalui dua cermin yang beradu
mata kami bertemu.

Parasnya tak asing, sungguh!
Dimana aku pernah melihatnya? Duh!

Manis.sungguh!
Matanya tajam, bersudut,

Garis Arab, di Air Wajahnya.
semakin menebal,
oleh kedua mata tajamnya.
Dimana? Sepertinya pernah kenal?

Kulitnya cerah,
Bibirnya merah.
Manalagi berkat polesan perona.
Siapa ya?

Kupalingkan kepalaku,
tanda aku tak lagi ingin tahu.
ya! Cermin yang tadi beradu,
kini ada di belakangku.

Aneh.
Merinding badan ini!
Aku melihat wajah itu lagi!
sungguh!

Friday, April 12, 2013

Marah

'Seperti segelas do'a kutenggak malam ini,' --
Do'a yang kuharap melegakan dahaga amarah.
Do'a yang sudah lama ingin kulontarkan,
namun aku takut menjadi kenyataan.

'Seperti iPhone yang butuh app-store's free application,'
itu yang bisa aku analogikan.
Aku yang menjadi free application. 
Dibutuhkan ketika iPhone
 ingin terlihat menawan.

Selebihnya?
mungkin hanya compliment murahan.
Yaa, mungkin hanya rate.
untuk aku mungkin, 3 bintang.

Terkadang, mengucapkan gwenchanayo 
mudah. Sangat mudah, 
kurasa.

'Seperti segenang air di tengah dingin,'
dingin yang mengundang kebekuan.
Gwenchanayo sudah kehilangan arti,
bagiku.

Hanya sepenggal kata mudah,
untuk menghibur hatinya, gundah. 
Bajingan!

Aku terlalu lemah terhadap tatapan,
terlalu lunglai untuk berkata Tidak akan!
Terlalu banyak berfikir,
berfikir sampah! Karena takut melukai hati.

Segelas do'a kutenggak malam ini,--
Do'a yang kuharap melegakan dahaga amarah.
Do'a yang sudah lama ingin kulontarkan,
namun aku takut menjadi kenyataan.
 
Kenyataan bahwa aku bukan app-store siapa-siapa.


Icha, Sleman, 2013 

Friday, April 5, 2013

Demi Harta

'Eyelinermu agak mencong'
bisiknya, lembut.
setengah sembilan, kurang lima.

sudah waktuku untuk bekerja,
seperti malam-malam sebelumnya.

keningnya kukecup dalam.
'selamat jalan'
senyumannya mengantarku berjalan.

'permisi bang, recehnya dong..'
sedikit kugoda mereka,
dengan lengkinganku.
hanya itu yang kumampu

seratus, lima ratus, seribu.

di depan warung Mbak Sri,
aku lepaskan penatku sebentar.
seteguk kopi, untuk malam ini.

padahal,
Lelah sudah aku meminta,
namun, daya tak ada.

demi Harta,
ini Jaman yang meminta.

Icha, Sleman, 2013