Adalah sebuah pertanyaan dari seorang manusia.

"Untuk apa Tuhan menciptakan saya?"
 Pertanyaan yang, ya.. Lugu.
"Apakah saya hidup hanya untuk menyembah Dia?"
Terus. Pertanyaan demi pertanyaan terus terlontar.
"Lalu, jika saya hidup untuk menyembahNya, mengapa dia menciptakan setan untuk menggoda? mengapa ketika setan tidak mau menyembah Adam, Tuhan tidak menghapus setan dari alam ini? Bukankah Dia Tuhan, yang Maha Berkuasa?"
Keringat dingin, rasa penasaran, terus menghantui manusia ini. Merinding badannya.
"Lalu, mengapa Tuhan tidak menjadikan manusia-manusiaNya kebal terhadap godaan setan, sehingga tidak ada keburukan di muka bumi ini dan semua bisa menyembahnya di jalan yang Dia inginkan?"
Garis geram dalam mimik wajahnya terlihat. Sangat jelas.
---------------
Seruputan teh hangat yang menemaninya di senja kuning, mengalir di tenggorokannya.
"Tapi, kenapa Dia tidak menghilangkan setan di kehidupan ini?"
Namanya juga manusia, tidak ada rasa puas. Terutama keingintahuannya.
"Tapi, bukannkah setan menjadi semangat setiap manusia untuk terus mencari kebenaran?"
Mulai. Sebuah hipotesis yang tersirat bagai kilat di dalam pikirannya.
"Bukankah Tuhan adil? Tapi, pasti? Setiap manusia pasti akan bertemu jalan yg benar itu?"
Jarinya dia main-mainkan di atas meja kayu.
"Lalu, mungkinkah setiap orang melihat jalan itu?"
 ..........

Comments