Demi Harta

'Eyelinermu agak mencong'
bisiknya, lembut.
setengah sembilan, kurang lima.

sudah waktuku untuk bekerja,
seperti malam-malam sebelumnya.

keningnya kukecup dalam.
'selamat jalan'
senyumannya mengantarku berjalan.

'permisi bang, recehnya dong..'
sedikit kugoda mereka,
dengan lengkinganku.
hanya itu yang kumampu

seratus, lima ratus, seribu.

di depan warung Mbak Sri,
aku lepaskan penatku sebentar.
seteguk kopi, untuk malam ini.

padahal,
Lelah sudah aku meminta,
namun, daya tak ada.

demi Harta,
ini Jaman yang meminta.

Icha, Sleman, 2013

Comments