childhood #1

tiba-tiba di Facebook ada foto jadul gitu :O jadi keinget sama sebuah memori yang dibawa ketika aku masih SD. jadi begini ceritanya...
sepulang sekolah dari SD NASIONAL KPS Balikpapan, aku sama temen-temen ya seperti biasa pulang ke rumah masing-masing pake mobil antar jemput langganan. di situlah kami, para anak kecil yang notabennya baru masuk sekolah (sekitar kelas 2 atau 3 SD) saling bermain dan bersendagurau. aku dan temanku (sebut saja X) memang selalu dapat giliran diantar paling terakhir. ya memang karena rumah kita yang paling jauh.
suatu hari capek, panas, pengap, dan sebagainya kita rasakan menjadi The Last Person. namanya juga anak kecil, pulang siang, kecapean, kepanasan, pasti emosinya memuncak. jadi, si X sok-sok mengajak bermain. tapi mood pada waktu itu mengatakan, ini bukan waktu untuk bermain karena itu aku lebih baik tidur. tapi X tetap terus mengajak bermain hingga akhirnya dia bermain dengan rambutku. dikibas-kibasnya lah rambutku kayak iklan shampoo di TV. (lebay -..-')
tidak tertahankan lagi, aku berdiri dari kursi tempat aku duduk dan SLAP!!! tanganku menampar pipinyaa! (HAHAHAHAHA!) si X terduduk diam. tiba-tiba om supir kesayangan teriak dan menanyakan ada keributan apa di belakang sana. aku menjelaskan seadanya dan kembali duduk.
beberapa hari setelah itu, aku tidak melihat si X lagi di mobil jemputan. entah, pada waktu itu aku belum tahu alasannya kenapa. sampai suatu hari, si om jemputan sebelum mengantar aku pulang, dia mampir ke rumah si X untuk mengambil uang bulanan jemputan.
dan tiba-tiba, orang tua si X datang ke mobil dan menghampiriku.
"dek Icha, X kenapa ditampar?"
"Muyak sih, mainin rambut saya om" tetap dengan singkatnya aku menjawab.
"sekarang si X ga mau sekolah lagi loh, katanya takut ketemu dek Icha."
tiba-tiba aku jauh merasa bersalah. segitu menyakitkannya kah tamparan seorang anak kecil?

Comments